Cari Blog Ini

Minggu, 22 Maret 2026

Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis dan Analitis bagi Peserta Didik SMA di Kupang NTT

Kupang, 17 Oktober 2025 oleh Allysabeth N. Khuana, Gilbarth Ndun, dan Gilberth Ndun. Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Namun, di era informasi saat ini, peserta didik tidak hanya dituntut untuk sekedar memahami bacaan, namun juga harus mampu berpikir kritis dan analitis terhadap teks yang dibaca. Peningkatan kompetensi membaca kritis dan analitis menjadi hal yang penting agar peserta didik mampu memilah informasi, menilai keakuratan isi, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis. Menyadari pentingnya hal tersebut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis dan Analitis bagi Peserta Didik SMA” yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan daya pikir analitis pelajar di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kegiatan ini berlangsung di Aula Nusantara BMPM NTT pada tanggal 22 sampai dengan 23 Oktober 2025. Karena tingginya antusiasme peserta, pelaksanaannya dibagi menjadi dua gelombang. SMAN 2 Kupang mengikuti kegiatan pada hari pertama, sedangkan beberapa sekolah lain dijadwalkan pada hari kedua. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melatih peserta didik agar mampu memahami dan menganalisis isi bacaan secara mendalam, sekaligus menumbuhkan minat membaca kritis di kalangan pelajar. Hal ini menjadi penting, mengingat tingkat literasi di NTT masih termasuk dalam tiga provinsi dengan tingkat literasi terendah di Indonesia. Narasumber utama pada kegiatan di maksud adalah Ibu Paulina Maria Yovita Kosat, S.Pd., M.Hum, selaku dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Nusa Cendana. 

Dalam sesi pertama, Paulina Maria Yovita Kosat, S.Pd., M.Hum membawakan materi tentang pentingnya kemampuan membaca kritis dan analitis, serta cara mengasahnya dalam kehidupan sehari-hari. “Kegiatannya sangat penting karena dapat melatih peserta didik dalam hal meningkatkan kapasitas membaca kritis dan analitis agar menjadi orang yang mudah memahami bahan bacaan dan tidak menjadi agen penyebar berita bohong”. 

Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan pengenalan program, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi utama. Setelah istirahat siang, peserta mengikuti tugas kelompok dan latihan analisis teks, diakhiri dengan tes membaca kritis dan analitis secara online. Kegiatan berakhir sekitar pukul 15.00 dengan suasana penuh semangat. Menariknya SMAN 2 Kupang menjadi satusatunya sekolah yang berinisiatif melakukan wawancara langsung dengan narasumber. Dalam wawancara tersebut, Ibu Paulina berpesan “ Harapan saya, anak-anak generasi muda Indonesia khususnya di Kupang NTT, tidak hanya sebatas pada membaca saja, tetapi juga memahami dan memaknai isi bacaan sehingga proses pemahaman itu bisa menjadi bekal hidup dan membawa pengaruh baik bagi generasi berikutnya”.

Kegiatan “Peningkatan Kompetensi Membaca Kritis dan Analitis bagi Peserta Didik SMA” memberikan pengalaman berharga dan pemahaman baru bagi kami, peserta didik SMAN 2 Kupang. Melalui kegiatan ini, kami semakin menyadari bahwa membaca bukan hanya memahami kata, tetapi juga menggali makna dibaliknya rangkaian kata. Diharapkan setelah kegiatan ini, peserta didik dapat mengembangkan kebiasaan membaca kritis, berpikir logis, dan menjadi generasi yang cerdas serta bijak dalam menerima informasi.

0 komentar:

Posting Komentar