Selamat sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Budaya,
Salam Kebajikan,
Yang saya hormati Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru, serta seluruh petugas upacara, dan anak-anakku sekalian yang saya banggakan.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat melaksanakan upacara pagi ini dengan tertib dan khidmat.
Sebelum saya melanjutkan, saya ingin bertanya:
“Mana semangatmu?”, jawab: “Ini semangatku”.
Setelah memasuki sekolah dari libur panjang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri, saya
mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang telah diluncurkan Bapak Presiden Prabowo Subianto.
- Kesatu, Aman. Kita harus wujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Saling rukun antar teman dan guru, saling toleran dan menghormati, saling melindungi dan menyayangi, sehingga tidak ada perundungan, tidak ada kekerasan, karena tidak ada satu pun dari kita yang ingin disakiti. Kita juga perlu menjaga keamanan dengan hemat energi dan air: matikan lampu yang tidak digunakan, tutup keran rapat setelah dipakai, dan gunakan pendingin ruangan secukupnya.
- Kedua, Sehat. Jaga kesehatan jiwa dan raga. Karena dalam tubuh yang sehat terdepat jiwa yang kuat. Dengan tubuh yang sehat membuat kita lebih semangat belajar. Kita biasakan makan sehat dan bergizi, olahraga rutin, serta pastikan bebas asap rokok di lingkungan sekolah.
- Ketiga, Resik. Biasakan menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, dan memilah sampah sesuai jenisnya. Kita biasakan hidup bersih dengan menjaga dan merawat lingkungan sekitar kita melalui kegiatan piket kelas, kerja bakti, mencuci tangan, dan seterusnya.
- Keempat, Indah. Ciptakan lingkungan yang indah, rapi dan teratur. Kita perlu mewujudkan tata ruang kelas, halaman, dan taman sekolah dengan rapi, dan menjaga seluruh fasilitas sekolah serta lingkungan yang lestari.
Dalam Ikrar Pelajar Indonesia yang tadi kalian ucapkan, ada lima sikap penting yang harus
dipegang:
- Pertama, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selalu mengayati kehadiran Tuhan dalam kehidupan, agar kita senantiasa berbudi mulia seperti jujur dan suka menolong sesama.
- Kedua, menghormati dan mencintai orang tua dan guru. Senantiasa memuliakan orang tua dan guru dengan sikap santun, mendengarkan nasihat, dan menaati aturan baik di rumah ataupun di sekolah.
- Ketiga, belajar dengan sungguh-sungguh. Giat, rajin, dan gemar belajar. Tidak malas, cepat puas, dan biasa-biasa saja. Anak-anak harus sungguh-sungguh dalam belajar untuk meraih cita-cita.
- Keempat, rukun dengan teman. Anak hebat itu menebar perdamaian, bukan menciptakan permusuhan. Di sekolah tidak boleh ada perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Kita ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, karena sekolah adalah rumah kedua kita.
- Kelima, mencintai tanah air Indonesia. Jaga lingkungan, baik di sekolah, di rumah, maupun di sekitar, hargai perbedaan dalam berteman, serta jaga persatuan karena itulah kekuatan bangsa kita.
kuhargai...”, mari kita tunjukkan cinta pada tanah air melalui tindakan nyata sehari-hari.
Anak-anakku yang saya banggakan,
Perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil dan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus. Oleh karena itu, saya kembali mengingatkan pentingnya melaksanakan Tujuh
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Anak-anakku yang saya banggakan,
Pada 28 Maret 2026, merupakan awal penerapan pembatasan usia anak dalam mengakses
platform digital berisiko tinggi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau PP Tunas.
- Pertama, Screen Time – batasi waktunya, karena waktu kalian terlalu berharga untuk habis hanya di layar. Gunakan secukupnya, agar kalian tetap punya waktu untuk belajar dan bermain bersama teman.
- Kedua, Screen Zone – gunakan di tempat yang tepat, karena tidak semua tempat adalah tempat untuk bermain gadget. Saat belajar, saat bersama keluarga, dan saat berbicara dengan orang lain, berikan perhatian penuh, itu tanda menghargai.
- Ketiga, Screen Break – jangan lupa istirahatkan mata dan tubuh, karena ada banyak hal seru di dunia nyata yang tidak bisa kalian rasakan dari layar, seperti tertawa bersama teman dan menghabiskan waktu dengan keluarga.
Mari kita terus menjadi teladan bagi anak-anak kita. Karena anak-anak belajar bukan hanya dari apa saja yang kita ajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan mereka rasakan setiap hari.
Keteladanan, kesabaran, dan perhatian Bapak/Ibu adalah kunci dalam membentuk generasi
Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Ketika saya katakan… “Anak Indonesia Hebat!”
mari jawab dengan… “Sehat, Cerdas, Berkarakter!”
Anak Indonesia Hebat!
SEHAT, CERDAS, BERKARAKTER!
Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sehat, cerdas, dan berkarakter.



.jpeg)



