Latepost, Kupang, 08 September 2026 — Kesehatan reproduksi merupakan aspek krusial yang wajib dipahami sejak dini. Hal ini disampaikan oleh Anggreti Huan selaku pemateri dari Seksi Pendidik Sebaya.
Menurut Anggreti, kesehatan reproduksi bukan sekadar fungsi organ, melainkan kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Masa remaja adalah fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan proses pubertas.
1. Memahami Perubahan Fisik (Pubertas)
Pubertas adalah proses pertumbuhan yang wajar dan normal. Remaja tidak perlu merasa malu atau takut menghadapi perubahan tubuh mereka, yang meliputi:
- Remaja Laki-laki: Ditandai dengan suara yang memberat, tumbuh jakun, mengalami mimpi basah, dan perubahan bentuk tubuh.
- Remaja Perempuan: Ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi dan perkembangan bentuk tubuh.
2. Tiga Tanggung Jawab Penting Remaja
Untuk melewati masa transisi ini dengan baik, Anggreti menekankan tiga tanggung jawab utama yang harus dilakukan oleh setiap remaja:
a. Menjaga Kebersihan Tubuh
- Mandi secara teratur dan mengganti pakaian dalam secara rutin.
- Khusus remaja perempuan yang sedang menstruasi, wajib menjaga kebersihan dengan mengganti pembalut secara berkala.
b. Menjaga Kesehatan Mental dan Emosi
- Menyadari bahwa perubahan emosi (seperti mudah terbawa perasaan, galau, atau mulai menyukai seseorang) adalah hal yang wajar.
- Mengendalikan emosi agar tidak mengambil keputusan yang salah.
- Memiliki teman atau orang kepercayaan untuk berbagi cerita guna mendapatkan dukungan dan nasihat yang baik.
c. Menjaga Pergaulan
Lingkungan pertemanan memberikan pengaruh besar terhadap kebiasaan dan masa depan remaja. Kualitas pertemanan jauh lebih penting daripada kuantitas (jumlah) teman.
- Ciri Pergaulan Sehat: Saling menghargai, membawa dampak positif, saling mengingatkan dalam kebaikan, memiliki batasan yang jelas, dan tanpa paksaan.
- Pergaulan Negatif yang Harus Dihindari: Merokok, meminum alkohol, bolos sekolah, atau tindakan lain yang memicu rasa tidak nyaman.
Kesimpulan dan Ajakan
Sebagai penutup, Anggreti Huan mengajak seluruh remaja untuk lebih menghargai dan menjaga diri sendiri. Tubuh adalah hak milik pribadi, sehingga remaja harus berani mengatakan "tidak" tanpa rasa takut jika ada teman yang memaksa melakukan hal-hal negatif atau membuat tidak nyaman.
Dengan menjaga diri, menjaga kesehatan, dan menjaga pergaulan, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak demi meraih masa depan yang lebih baik.

