Kupang, 08 September 2026. Latepost.
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: JAGA DIRI, JAGA KESEHATAN, JAGA PERGAULAN
Pemateri: Anggreti Huan – Seksi Pendidik Sebaya
Anggreti Huan menjelaskan, kesehatan reproduksi remaja merupakan hal penting yang perlu diketahui sejak masa remaja.
“Kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem reproduksi kita.”
Menurut Anggreti, masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini, tubuh mengalami berbagai perubahan yang disebut dengan pubertas.
“Pada laki-laki, pubertas biasanya ditandai dengan suara yang semakin berat, tumbuh jakun, mimpi basah, dan perubahan pada tubuh. Sedangkan pada perempuan biasanya ditandai dengan mulai menstruasi serta perkembangan tubuh.”
Anggreti menegaskan, perubahan tersebut merupakan hal yang wajar dan merupakan bagian dari proses pertumbuhan.
“Semua perubahan ini wajar dan menunjukkan bahwa tubuh kita sedang berkembang. Jadi, tidak perlu malu atau takut dengan perubahan yang terjadi.”
Ia juga menjelaskan bahwa remaja memiliki tiga tanggung jawab penting, yaitu menjaga kebersihan tubuh, menjaga kesehatan mental dan emosi, serta menjaga pergaulan.
Pertama, menjaga kebersihan tubuh. Anggreti mengingatkan remaja untuk menjaga kebersihan diri dengan mandi secara teratur dan mengganti pakaian dalam secara rutin. Bagi perempuan yang sedang menstruasi, kebersihan menstruasi juga perlu diperhatikan dengan mengganti pembalut secara teratur.
Kedua, menjaga kesehatan mental dan emosi.
“Di usia remaja, wajar kalau kita mudah terbawa perasaan, merasa galau, atau mulai menyukai seseorang. Namun, jangan sampai perasaan tersebut membuat kita mengambil keputusan yang salah.”
Menurut Anggreti, memiliki teman atau orang yang dapat dipercaya untuk bercerita juga penting agar remaja mendapatkan dukungan dan nasihat yang baik.
Ketiga, menjaga pergaulan. Anggreti mengatakan bahwa lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan remaja.
“Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang membuat kita berkembang, saling menghargai, saling mengingatkan dalam kebaikan, memiliki batasan, dan tidak ada paksaan.”
Ia juga mengingatkan remaja agar berhati-hati terhadap pergaulan yang dapat membawa pengaruh negatif, seperti merokok, minum alkohol, bolos sekolah, atau melakukan hal-hal yang membuat diri sendiri tidak nyaman.
“Kalau ada teman yang memaksa kita melakukan sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, kita harus berani mengatakan ‘tidak’. Tidak perlu takut hanya karena dianggap berbeda.”
Anggreti menambahkan, kualitas pertemanan lebih penting daripada jumlah teman.
“Lebih baik memiliki sedikit teman yang mengajak kepada hal positif daripada memiliki banyak teman yang justru mengajak kepada hal buruk.”
Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan dapat memberikan pengaruh terhadap kebiasaan seseorang.
“Karena itu, pilihlah teman yang bisa mengajak kita melakukan hal-hal baik dan membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.”
Sebagai penutup, Anggreti mengajak seluruh remaja untuk lebih menghargai dan menjaga diri.
“Tubuh kita adalah milik kita. Kita berhak mengatakan ‘tidak’ terhadap hal-hal yang membuat kita tidak nyaman.”
“Jadi, intinya sederhana: jaga diri, jaga kesehatan, dan jaga pergaulan. Keputusan yang kita ambil hari ini dapat memengaruhi masa depan kita.”
Anggreti berharap, para remaja dapat menjadi generasi yang mampu menjaga diri, membuat keputusan yang baik, dan meraih masa depan yang lebih baik.







.jpeg)
