Cari Blog Ini

Selasa, 21 Oktober 2025

Kunjungan Siswa ADEM SMAN 2 Kupang ke Kampus FKIP UNDANA


Dekan FKIP: “Jadilah seorang Guru yang baik, tetapi jika punya mimpi lain — pilihlah sesuai minat dan kemampuan”

Kupang — Program “Siswa Adem 3T Goes to Kampus FKIP Undana” digelar pengelola ADEM 3T-SMAN 2 Kupang, 21 Oktober 2025. Sebagai bagian dari pengenalan dunia kampus bagi peserta didik khususnya bagi siswa  ADEM 3T. Rombongan yang terdiri dari 13 Siswa ADEM 3t, Bapak/Ibu Guru pendamping, Kepala sekolah dan Para Wakil Kepala Sekolah diterima secara resmi oleh Dekan FKIP Undana Prof. Dr. Malkisedek Taneo, M.Si. bersama Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si.  di kampus FKIP Penfui.


Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Kupang, Ibu Daryana Mage, S.Pd. menyampaikan harapan agar kunjungan ini tidak sekadar seremonial, tetapi memberi wawasan konkret tentang peluang studi, strategi masuk perguruan tinggi dan dinamika kehidupan kampus khususnya di FKIP Undana.

“Kami berharap pihak kampus, khususnya FKIP Undana, dapat memberikan informasi seluas-luasnya sehingga anak-anak kami memiliki arah ketika melanjutkan jenjang pendidikan,” ujarnya.


18 Prodi — Lulusan Tak Hanya Jadi Guru

Dekan FKIP Undana dalam pemaparannya menjelaskan profil kampus dan peluang masa depan lulusan. FKIP memiliki 18 Program Studi dengan jumlah dosen sekitar 300 orang dan mahasiswa ± 11.000 — atau sekitar 40% dari total mahasiswa Undana.

Ia menegaskan bahwa lulusan FKIP tidak semata-mata menjadi guru. Beberapa tokoh besar NTT berasal dari FKIP, seperti mantan Gubernur NTT almarhum Frans Leburaya dan mantan Bupati Kupang Drs. Ayub Titu Eki.

“Kami tetap berharap 13 siswa ADEM SMAN 2 Kupang kelak menjadi guru. Namun jika cita-cita kalian berbeda, Undana menyediakan banyak fakultas yang dapat dipilih sesuai bakat dan kemampuan,” pesan Dekan.

FKIP Bergerak Maju — Doa untuk Anak ADEM 3T

Bapak Dekan FKIP juga memaparkan bahwa saat ini kampus terus melakukan pembenahan agar FKIP Undana semakin maju dan berdaya saing tinggi. Ia menutup penyambutan dengan doa dan dukungan moral bagi para peserta ADEM asal wilayah 3T.

“Kami doakan kalian menjadi anak-anak sukses yang menjemput masa depan dengan kerja keras dan karakter,” tutupnya.

Sesi Diskusi: Strategi Masuk FKIP

Pada sesi tanya jawab, beberapa siswa ADEM mengajukan pertanyaan, salah satunya Jendri Banunaek yang menanyakan terkait persyaratan masuk FKIP Undana. Diskusi berlangsung aktif, menandakan antusias siswa terhadap peluang kuliah di FKIP.


Kunjungan ini diharapkan memberi gambaran nyata tentang dunia perkuliahan, menumbuhkan motivasi, serta meneguhkan arah pilihan studi peserta ADEM setelah lulus dari SMAN 2 Kupang.

(SHTA, 21/10/2025)

Continue reading Kunjungan Siswa ADEM SMAN 2 Kupang ke Kampus FKIP UNDANA

Minggu, 12 Oktober 2025

Pancasila adalah kita, Pancasila adalah Indonesia

Kupang, 1 Oktober 2025 : Late Post. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMAN 2 Kupang, dilakukan tanpa pengibaran bendera dalam rang memperingat hari kesaktian pancasia di halaman apel SMAN 2 Kupang. Bertindak sebagai Pembina Apel wakasek bidang Kurikulum, Nixon Aylon Selly, S.Pd., M.Si dalam sambutannya membuka dengan memberikan salam kepada semua peserta upacara, bapak/ibu guru dan siswa/i yang hadir. 

Berikut isi lengkap sambutan yang disampaikan oleh Pembina Apel sebagai berikut :

Shaloom, Salve, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,  Om swastiastu, Namo buddhaya, 

Selamat pagi,  Salam sejahtera untuk kita semua,  Salam Pancasila.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru serta tenaga kependidikan,  

Yang saya kasihi para siswa-siswi sekalian.

Pertama-tama saya ingin mengajak kita bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena pemeliharaanNya maka kita dapat berkumpul disini dalam keadaan yang sehat dan dapat melakukan upacara memperingati hari kesaktian Pancasila.

Bapak/ibu dan anak-anak sekalian ....

Hari ini, 1 Oktober 2025, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan hari ini kita lakukan tanpa pengibaran bendera merah putih untuk memperingati hari dimana betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, pemersatu bangsa, sekaligus benteng ideologis bagi bangsa Indonesia yang terbukti mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia dari pemberontakan G-30S PKI pada tanggal 30 September 1965, yang telah gugur beberapa putra/putri terbaik bangsa Indonesia pada saat itu yang kita kenal sebagai Pahlawan Revolusi. 

Bapak/ibu dan anak-anak sekalian ....

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk menjadikan Pancasila sebagai sebagai jiwa kita, karena Pancasila sudah terbukti menjadi pemersatu keanekaragaman suku, agama, budaya dan bahasa yang ada di Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, terutama anak-anak sekalian yang nantinya akan menyambut Indonesia Emas 2045 maka kita wajib mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila, tersebut :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, hidup dalam damai dan saling menghormati kepercayaan atau keyakinan orang lain.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan kita untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, tidak membeda-bedakan, menjunjung tinggi nilai keadilan, serta berperilaku sopan dan bermoral.
  3. Persatuan Indonesia, mengajarkan kita untuk menanamkan rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi semangat persaudaraan, dan menjaga keutuhan NKRI.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengajarkan kita untuk membiasakan diri untuk bermusyawarah, menghargai pendapat orang lain, dan mengambil keputusan bersama dengan bijak.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan kita untuk mendorong kita untuk peduli terhadap sesama, menjunjung keadilan, dan berbuat baik tanpa memandang latar belakang.

Bapak/ibu dan anak-anak sekalian ...

Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam lima sila Pancasila di atas ini bukan hanya semboyan untuk kita, tapi harusnya menjadi pedoman dan petunjuk hidup dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan di sekolah, saat belajar, bersosialisasi, bermasyarakat dan mengambil keputusan.

Saya mengajak kita semua, mari kita semua berefleksi dan menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 ini sebagai momentum untuk memperkuat karakter kita sebagai pelajar Pancasila, untuk mewujudkan visi SMAN 2 Kupang yang unggul dan berkarakter berwawasan luas dan berbudaya lingkungan. Bangsa Indonesia ke depannya seperti apa, ada di tangan generasi penerus bangsa namun perlu di ingat bahwa Pancasila adalah kita, Pancasila adalah Indonesia. Dengan demikian mari kita jaga Pancasila dengan baik dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Terima kasih, Salam Pancasila.....

Continue reading Pancasila adalah kita, Pancasila adalah Indonesia